

ADVERTISEMENT
Di Sukabumi, petugas medis tak memiliki hazmat sehingga ia memakai jas hujan saat menangani pasien corona. Di Jakarta, hazmat tersedia namun jumlah pasien membeludak sehingga memaksa Handoko, dokter berusia 80 tahun, turun tangan. Handoko jatuh sakit setelah terus mengurus pasien hingga jam 3 pagi.
ADVERTISEMENT
Banyak yang mau tak mau harus ke luar rumah, bekerja di tengah wabah corona. Tukang ojek, pedagang pasar, pengusaha kecil, hingga para pekerja kantoran. Tak sedikit yang berlalu-lalang tanpa terlindungi masker—apalagi hand sanitizer.
Yang telah mengisolasi diri juga tak bisa disamaratakan kehidupannya. Banyak yang tak benar-benar "terisolasi" karena satu ruangan dihuni banyak orang. Para kaum duafa di antaranya.
Teman kumparan, kita harus melakukan sesuatu. Kami mengajak anda untuk bersama-sama membantu mereka melawan laju perkembangan corona di Indonesia.
Patungan donasi kita semua akan dipakai untuk menyediakan alat perlindungan diri seperti masker, hand sanitizer, hingga hazmat untuk mereka yang berdiri di garda depan "perang" dengan corona ini—baik sebagai tenaga medis atau orang yang terpaksa tak bisa mengisolasi diri.
ADVERTISEMENT
Kita juga akan membantu keluarga kurang mampu yang tulang punggungnya harus dikarantina, baik itu membelikan bahan makanan maupun mereka yang urung tes corona karena tak punya biaya.
kumparanDerma bersama dengan #IndonesiaLawanCovid-19 membuka donasi untuk membantu sesama melawan Covid-19.
Mari bergerak.
Story ini merupakan bagian dari campaign kumparanDerma. Ayo berderma sekarang.
Untuk info, saran dan kritik mengenai kumparanDerma, sila kirim ke cs.derma@kumparan.com.